shalat sunnah rawatib

Shalat Sunnah Rawatib dan Panduan Lengkapnya

Bismillahirrahmanirrahim. Insya Allah artikel ini akan menjawab semua pertanyaan Anda mengenai Shalat Sunnah Rawatib secara lengkap. Mulai dari pengertian, dalil-dalil, keutamaan, macam-macam, waktu-waktunya, hingga niat dan pelaksanaannya.

Panduan Shalat Sunnah Rawatib Lengkap
Sumber: madinatuliman.com

Seperti yang kita ketahui, mendirikan shalat 5 waktu adalah bagian dari 5 (lima) Rukun Islam. Urutannya adalah yang kedua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Hukum mendirikan shalat 5 waktu adalah wajib (fardlu ‘ain) kepada umat Islam yang sesuai dengan syarat diwajibkannya shalat 5 waktu.

Hal ini tentu saja menjadikan shalat sebagai kebutuhan jasmaniyah dan rohaniyah kita, khususnya dalam mengendalikan diri dari perbuatan keji dan munkar. Seperti firman Allah swt. dalam Al-Quran, surah Al-Ankabut, ayat 45:

وَاَقِيْمِ الصَّلَوةَ اِنَّ الصَّلَوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرَ

Artinya: “Kerjakanlah sholat sesungguhnya sholat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.”

Agar shalat yang kita dirikan menjadi sempurna, tentu saja mesti dijalani dengan kekhusyu’an. Khusyu’ berarti dengan ketenangan hati dan konsentrasi.

Shalat tidak khusyu' lengkapi dengan shalat sunnah rawatib

Namun sebagai manusia biasa, terkadang kita kehilangan konsentrasi dan kefokusan ketika mendirikan shalat. Mulai dari teringat sesuatu yang tertinggal atau terlupa, sampai menghayalkan sesuatu yang lain.

Hal ini menjadikan kesempurnaan shalat kita berkurang atau bahkan mungkin tidak sah. Mengenai khusyu’ dalam sah atau tidaknya shalat, Anda bisa membaca artikel berjudul “Tanpa Khusyu’, Sahkah Shalat?” ini.

Ketika shalat kita kurang sempurna, maka apabila kita mengerjakan shalat sunnah, maka shalat tersebut akan menutupi kekurangannya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut ini:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَىْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

Artinya:

“Sesungguhnya, amalan seorang hamba yang pertama akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya, apabila baik sholatnya maka ia telah beruntung dan selamat, dan apabila rusak maka ia telah celaka dan merugi, lalu apabila ada yang kurang pada sholat wajibnya, maka Allah ‘azza wa jalla berfirman: Lihatlah apakah hambaKu memiliki amalan sholat sunnah, maka dengan sholat sunnah itu disempurnakan kekurangan pada sholat wajibnya, kemudian semua amalan dihisab seperti itu.” (HR. At-Tirmidzi, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahihut Targhib: 540)

Jujur saja, sampai saat ini, saya sendiri masih termasuk orang yang sering kehilangan konsentrasi dalam mengerjakan shalat. Saya pun selalu berusaha menutupi kekurangan-kekurangan saya dalam mendirikan shalat dengan mengiringinya dengan shalat sunnah rawatib.

Shalat berjamah dan shalat sunnah rawatib
Sumber: www.infostormer.com

Itulah yang mendorong saya untuk membuat artikel ini. Agar dengan berbagi informasi, saya bisa terus meningkatkan kualitas ibadah saya, sekaligus memudahkan Anda dalam mencari informasi tentang shalat sunnah rawatib.

Pengertian Shalat Sunnah Rawatib

Secara singkatnya, pengertian shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dilakukan sebelum atau sesudah shalat (fardlu) lima waktu.

Dalil Shalat Sunnah Rawatib

Dalil tentang shalat sunnah rawatib
Sumber: yufidia.com

Berikut beberapa hadits yang membahas tentang shalat sunnah rawatib:

Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Artinya:

“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardlu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)

Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan tentang kedua belas rakaat tersebut. Beliau bersabda:

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Artinya:

“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelah dzuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya’ dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu beliau berkata:

حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ

Artinya:

“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnah sepuluh rakaat, yaitu; dua rakaat sebelum shalat dzuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)

Bersambung….

BACA JUGA: Sholat Tahajud

Leave a Comment