Sintesa: Cinta Pandangan Pertama Bagian 2

Sintesa

Artikel ini adalah lanjutan dari Sintesa: Cinta Pandangan Pertama (Part 1).

Kalau kamu belum membaca bagian sebelumnya, silahkan dibaca dulu sebelum melanjutkan ke bagian kedua ini.

Atau, kalau malas bolak-balik halaman, saya ceritakan ringkasannya. Pada bagian sebelumnya, saya bercerita bahwa setelah lulus sekolah Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum pada tahun 2013, saya ingin mendalami ilmu psikologi sehingga melanjutkan kuliah di jurusan Psikologi UIN Raden Fatah Palembang.

Tapi, karena masalah idealisme, yaitu saya sudah merasa bosan dengan sistem belajar yang monoton, akhirnya pada semester 5, saya memutuskan untuk berhenti kuliah.

Baiklah, inilah lanjutannya.

Menganggur

Setelah saya memutuskan hubungan dengan bangku perkuliahan dan segala aktifitasnya, saya fokus untuk menganggur.

www.theodysseyonline.com

Dalam periode pengangguran saya, saya mempelajari lebih lanjut tentang bisnis online secara otodidak agar menjadi pengangguran berduit.

Sebenarnya, sejak di bangku sekolah saya sudah mulai mempelajari bisnis online ini.

Biaya kuliah tiap semester dan uang saku juga sudah bisa saya bayar sendiri dengan uang dari berbisnis online. Dalam bisnis online, selama ini saya fokus dalam berdagang jasa desain grafis di Fiverr.

Download-Complete-Fiverr-Training-Video

Saya juga sudah menulis cerita pengalaman saya berjualan di Fiverr dan tips-tips berjualan di Fiverr.

Namun, karena kebosanan dan kemalasan saya, akhirnya lama-lama performa saya semakin menurun.

Karena sampai setahun saya menganggur dan tidak ada aktifitas lain selain terus belajar mencari passive income lewat internet, saya menjadi stress atau mungkin sampai depresi.

shawnmikepo.wordpress.com

Uang yang masuk ke rekening pun lama-lama semakin menurun karena banyak orderan yang saya cancel. Dan akhirnya berdampak pada pembeli yang semakin sedikit.

Merantau

Didukung dengan cuaca Kota Palembang yang sangat panas, menjadikan saya terfikir untuk merantau.

Akhirnya saya berkonsultasi kepada orang tua saya dan bertanya bagaimana jika saya merantau saja.

Tentu orang tua saya tidak menyetujui hal tersebut. Apalagi dengan keadaan saya saat itu yang sedang galau.

Tapi, orang tua  saya menganjurkan agar saya mondok lagi. Karena dengan mondok, saya bisa membersihkan hati yang tak kunjung tenang.

Pesantren

Saya juga setuju dengan hal itu, dan akhirnya saya mencari pesantren terbuka di Google.

Al-Khoirot Malang. Nama pesantren itu  muncul di halaman 1 Google ketika saya melakukan pencarian dengan berbagai keyword yang tentu saja berkaitan.

alkhoirot.wordpress.com

Setelah saya melihat halaman-halaman websitenya, dan berkonsultasi lagi dengan orang tua, saya memutuskan untuk modok di pesantren tersebut.

Uang

Saat itu, saya belum mempunyai uang untuk berangkat ke Malang dan mondok di pesantren Al-Khoirot.

Akhirnya, saya menjual salah satu aset saya yaitu akun komunitas desain grafis saya di instagram. Setelah saya lelang di Ebay, Alhamdulillah laku senilai 10 jutaan rupiah.

techcrunch.com

2,5 jutanya saya belikan laptop untuk bekerja di pesantren nanti, karena selama ini saya memakai PC. 2,5 lagi saya berika ke orang tua untuk bantu orang tua. Sisa 5 juta. Saya rasa cukup untuk berangkat dan membayar biaya bulanan disana nanti.

Prioritas

Karena bertepatan di bulan Ramadhan, saya berencana akan berangkat setelah Idul Fitri selesai.

Namun, ada satu masalah. Kondisi keuangan orang tua saya sedang buruk. Akhirnya, setelah Idul Fitri, orang tua saya bertanya, “Jadi mondoknya?”. Saya jawab, “insyaAllah jadi. “Kapan berangkatnya?” tanyanya lagi. “Tidak tahu.” jawab saya.

Akhirnya, setelah orang tua saya menjelaskan kondisi keuangan kami, saya memberikan 3 juta untuk modal buka warung di depan rumah, dan mengundur niat saya mondok karena saya rasa sisa 2 juta tidaklah cukup, dan saya harus membantu orang tua dulu.

Bersambung ke Sintesa: Cinta Pandangan Pertama (Part 3).

2 thoughts on “Sintesa: Cinta Pandangan Pertama Bagian 2

Leave a Comment