24 Jam di Pesantren Sintesa Bagian 2

Artikel ini adalah lanjutan dari 24 Jam di Pesantren Sintesa Bagian 1.

Jadi, kalau kamu belum baca bagian 1-nya, klik saja dulu link di atas, dan baca dengan seksama, agar bisa lebih mudah nyambung dalam artikel bagian ke-2 ini.

Tapi, kalau kamu malas bolak balik halaman, baiklah… akan saya jelaskan secara singkat.

Di bagian 1, saya menjelaskan tentang apa itu Pesantren Sintesa. Yaitu pesantren yang para santrinya mempelajari Al-Qur’an dan bisnis online. Dan agar target yang ingin dicapai dengan baik, maka diperlukan jadwal teratur dan manajemen waktu yang baik.

Di seri ini, saya bercerita bagaimana kegiatan para santri Pesantren Sintesa termasuk saya berjalan dalam setiap 24 jam-nya. Yang pada bagian 1 sudah saya jelaskan sebagian kecilnya yaitu mulai dari shalat shubuh berjamaah di masjid, yang tak lupa diiringi dengan shalat sunnahnya.

Kemudian dilanjutkan dengan hafalan Al-Qur’an dengan metode talaqqi yang dilakukan secara berkelompok, dan disambung dengan evaluasi harian yang dipimpin oleh ketua kelompok masing-masing.

Baiklah, saya anggap kamu sudah paham dengan ceritanya dan bisa nyambung dengan agenda kegiatan selanjutnya. Mari…

Sarapan Berjamaah

Sumber: brilio.net

Di Pesantren Sintesa, semua santri makan dengan berjamaah. Dengan porsi satu nampan biasanya 4 orang. Untuk sarapan, biasanya dijadwalkan pada sekitar pukul 8 pagi.

Kecuali setiap hari Senin dan Kamis, karena semua santri sedang berpuasa sunnah Senin-Kamis yang merupakan bagian dari peraturan Pesantren Sintesa dalam membentuk generasi yang mengamalkan sunnah Rasulullah saw.

Sarapan disiapkan oleh santri yang piket konsumsi. Tugasnya adalah memasak nasi, dan mencuci peralatan masak setelah semuanya selesai makan. Sedangkan lauk sudah disiapkan oleh para ibu-ibu dapur. Jadi, insyaAllah menu-menunya enak semua.

Selain sarapan, di waktu pagi (setelah talaqqi dan evaluasi harian perkelompok sampai pukul 9 pagi) para santri juga diperbolehkan untuk melakukan aktivitas yang lain seperti mandi, mencuci (dengan mesin cuci), jajan ke luar asrama, dan sebagainya selama tidak melanggar aturan yang ada.

Materi atau Belajar Mandiri

Setelah jam 9, maka semua santri mesti sudah ada di mejanya masing-masing untuk belajar secara mandiri atau mengerjakan tugas yang diberikan oleh ustadz. Atau kumpul di ruang belajar jika ada materi baru dari ustadz.

Sebenarnya, pemberian materi tidak dilakukan setiap hari, melainkan satu sampai beberapa kali perminggu. Jadi, kami lebih banyak  harus belajar secara mandiri.

Kegiatan belajar di pagi hari ini berlangsung sampai pukul 11 menjelang siang, karena pada pukul 11 kami harus melanjutkan agenda berikutnya, yaitu qailullah.

Qailullah

Kata qailullah berasal dari Bahasa Arab yang artinya adalah tidur siang. Kalau dala Bahasa Inggris, disebut quick nap.

Qailullah atau tidur siang ini adalah salah satu sunnah Rasulullah yang diterapkan sebagai kebiasaan para santri di Pesantren Sintesa.

Selain hukumnya  yang sunnah, tapi juga pada kenyataannya memang tidur siang bisa mem-boosting produktifitas santri yang padat akan tugas.

Dengan tidur siang, kami bisa mendapatkan tenaga lebih dalam menulis artikel setiap hari yang menjadi tugas utama kami di bulan-bula awal ini.

Dzuhur dan Setelahnya

Shalat zhuhur juga tentunya dilakukan secara berjamaah di masjid. Ketika adza berkumandang, kami semua bangun dan berangkat ke masjid untuk beribadah kepada Allah SWT.

Setelah dzuhur dilengkapi dengan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyahnya, para santri kembali ke asrama untuk menyantap makan siang yang lezat buatan para ibu-ibu dapur.

Kecuali Senin dan Kamis, karena kami sedang berpuasa.

Biasanya setelah makan siang, kami kembali berhadapan dengan laptop masing masing untuk menuliskan rangkaian kata yang dibentuk menjadi kalimat dan paragraf. Hingga akhirnya terciptalah sebuah artikel.

Atau, mungkin ada materi dadakan dari para guru-guru mastah disini.

Ashar dan Setelahnya

Ketika adzan Ashar berkumandang, semua kegiatan dihentikan dan semua berangkat ke masjid untuk memenuhi panggilan shalat.

Setelah usai menunaikan shalat ashar, semua kembali ke asrama secara teratur.

Kalau hari hari biasa, maka kembali berjibaku dengan tugas yang belum juga usai.

Kalau hari selasa dan Jum’at, semua wajib berolahraga memberikan hak bagi tubuh untuk bergerak. Santri juga boleh memilih olahraga apapun yang ia mau. Mulai dari sepak bola, bola voli, badminton, lari, tenis meja, atau bersepeda kalau ada yang membawa sepeda dari rumahnya.

Sekitar pukul 5-an sore, diharapkan semua santri sudah mandi dan siap menunggu adzan maghrib.

Maghrib dan Isya’

Adzan berkumandang, waktunya shalat maghrib sudah tiba. Semua pun shalat berjamaah di masjid.

Setelah berdzikir dan shalat sunnah, semuanya memurajaah hafalan Al-Qurannya sampai waktu Isya’ tiba.

Tapi kalau hari Senin dan Kamis, murajaahnya dilakukan setelah isya’ dan setelah maghrib itu waktunya berbuka puasa. Laper.

Sampai Jam 10.00

Setelah isya’ atau setelah murajaah sampai pukul 8 malam di hari-hari puasa, semua santri pulang ke asrama dan menyanntap makan malam (kalau bukan hari puasa).

Dan akhirnya bisa mendapat hiburan dengan diizinkannya membuka multimedia, sosial media, dan game.

Karena dari pagi tidak diperkenankan karena akan melalaikan santri dari tugas. Tapi jam 10, semua laptop harus sudah ditinggalkan dan tidur. Untuk istirahat yang cukup dan kembali beraktifitas normal di esok hari.

Sekian.

Tinggalkan komentar