Piramida cita-cita

Cita-cita Saya: Sebuah Piramida

Cita-cita seorang anak
Sumber: w-dog.net

Masih ingatkah Anda ketika masih kecil, lalu ada yang bertanya apa cita-citamu? Mungkin, dengan polosnya Anda menjawab ingin menjadi pilot, dokter, polisi, guru, dan sebagainya.

Namun seiring waktu, terkadang kita bingung dan tidak yakin dengan cita-cita kita. Sehingga ketika kembali ditanya, kita mungkin menjawab “tidak tahu” atau beralasan dengan berkata “mengalir sajalah, yang penting bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa”.

Atau, Anda sering berpindah-pindah dari cita-cita yang satu, ke cita-cita yang lain.

Itu wajar. Karena cita-cita terbentuk dengan berproses. Cita-cita setiap orang berbeda karena proses yang dijalaninya dalam kehidupan juga berbeda.

Jika Anda termasuk orang yang masih bingung dengan apa cita-cita Anda, mungkin informasi bagaimana saya menemukan cita-cita saya berikut ini dapat menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi Anda dalam menentukan cita-cita Anda.

Macam-macam cita-cita
Sumber: giphy.com

Pengertian Cita-cita

Secara bahasa, cita-cita berasal dari kata cita, yang bisa berarti rasa, perasaan, ide, atau gagasan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cita-cita didefinisikan sebagai keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran, atau tujuan yang sempurna (yang akan dicapai atau dilaksanakan).

Kita Butuh Cita-cita

Setiap orang ingin hidupnya lebih bahagia di masa depan. Setiap orang ingin mewujudkan apa yang selama ini ia inginkan. Artinya, setiap orang punya dan butuh cita-cita.

Dalam teori hierarki kebutuhan manusia yang dikemukaan oleh Abraham Maslow, beliau menyebutnya sebagai self-actualization (aktualisasi diri). Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat gambar di bawah ini:

Gambar Teori Piramida Kebutuhan Manusia

Dari penjelasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa dalam ilmu psikologi, mewujudkan cita-cita atau aktualisasi diri adalah kebutuhan tertinggi manusia, setelah kebutuhan-kebutuhan sebelumnya terpenuhi.

Mengenali Potensi Diri dengan SWOT Analysis

Setiap manusia itu unik. Tidak ada yang sama. Bahkan anak kembar sekalipun, pasti ada hal yang membedakan. Karena keunikan inilah, setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Untuk bisa menentukan cita-cita apa yang lebih mungkin untuk kita capai, kita mesti mengenali diri kita, berikut kelebihan dan kekurangan kita.

Salah satu cara kita mengenali diri sendiri, yaitu dengan melakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Treats).

Mengenali diri dengan analisa SWOT
Sumber: marketingdonut.co.uk

Dalam kata lain, kita menggali apa saja kelebihan dari dalam diri kita (strengths), kekurangan dari dalam diri kita (weaknesses), peluang dari luar diri kita (opportunities), dan hambatan yang berasal dari luar diri kita (treats).

Untuk bagaimana cara menggunakan metode SWOT, silahkan baca dokumen dari Document.tips tentang Analisis SWOT Terhadap Diri Sendiri.

Piramida Cita-cita Saya

Setelah mengenali apa saja potensi yang ada di dalam diri kita, baik kelebihan maupun kekurangan, peluang maupu hambatan, barulah kita bisa lebih yakin apa pilihan kita.

Saya pribadi, sesuai dengan bakat dan passion, serta hasil analisis yang saya lakukan terhadap diri saya, akhirnya saya membentuk sebuah piramida cita-cita.

Piramida ini bukan suatu teori terkemuka, tetapi hanya sekedar penamaan saya terhadap daftar cita-cita yang bisa atau mungkin untuk dicapai sesuai dengan analisa diri saya.

Piramida Cita-cita Saya

Pada gambar tersebut, tertulis 10 kata yang membentuk piramida. 7 diantaranya adalah cita-cita saya. Jumlah masing-masing kata berselisih satu angka dari bawah sampai ke atas.

Disitu, saya bukan menggambarkan suatu hierarki seperti Teori Piramida Kebutuhan-nya Abraham Maslow. Tetapi lebih tepatnya sebuah skala prioritas, yang semakin tinggi letaknya, semakin lebih utama dalam pencapaiannya.

Bukan juga saya harus berkarier di semua bidang tersebut, karena cita-cita bagi saya bukan hanya sebatas karier, tapi bagaimana saya menjalani hidup saya.

Jika dirincikan satu per satu tentang cita-cita saya dimulai dari urutan yang paling bawah, begini penjelasannya:

Entreprenr (Pengusaha)

Saya terlahir dari keluarga yang mayoritas berkarier sebagai pengusaha. Mulai dari kakek, para paman, termasuk ayah saya sendiri.

Saya juga berprinsip untuk tidak terikat dalam bekerja. Saya tidak ingin seseorang mengatur gaji saya selain saya sendiri. Tentunya, dengan memutuskan itu saya telah mengambil resiko yang besar, dan saya siap untuk berusaha lebih dalam pencapaiannya.

Adventurr (Petualang)

Cita-cita menjadi traveller
Sumber: loperonline.com

Saya orang yang mudah bosan. Saya tidak suka dengan kegiatan yang monoton dan berlangsung terus menerus. Misalnya datang ke sekolah setiap hari, duduk dan mendengarkan guru, mengerjakan begitu banyak tugas terus-menerus.

Sejak sekolah, saya selalu ingin berkeliling dunia, belajar dari alam dan lingkungan di sekitar, dan berkelana menikmati bumi Allah swt.

Netprenr (Pebisnis Online)

Untuk yang ini, sudah menjadi passion saya sejak duduk di bangku MA (sederajat SMA). Saya selalu bereksplorasi mencari berbagai peluang bisnis online dan mempraktekkannya.

Walaupun awalnya sering menjadi korban penipuan online, akhirnya perlahan saya bisa cukup menghasilkan meskipun masih harus lebih banyak belajar lagi.

Designr (Desainer)

Sejak kecil, buku-buku tulis sekolah saya dipenuhi dengan gambar-gambar tak beraturan. Saya sangat suka menggambar apapun yang terlintas dalam pikiran saya (meskipun sebenarnya tidak terlalu pandai menggambar).

Sejak mengenal komputer, saya mulai mengutak-atik aplikasi image editing seperti Adobe Photoshop, dan sebagainya. Saya terus melatih kemampuan saya dalam menghasilkan karya-karya visual secara otodidak.

Teachr (Guru)

Secara sederhana, saya ingin menjadi guru bagi anak-anak saya kelak. Saya pun ingin berbagi ilmu dan pengalaman kesuksesan saya kelak kepada orang-orang di sekitar saya.

Writr (Penulis)

Ketika saya tidak bisa berbagi ilmu dan pengalaman secara langsung karena jarak dan waktu, saya berharap masih bisa berbagi dengan menyampaikannya lewat buku-buku yang insya Allah akan saya tulis di masa depan.

Winr (Pemenang)

Ini yang paling tinggi urutannya, ini juga yang prioritasnya paling utama. Yaitu husnul khotimah, kembali kepada Allah sebagai seorang pemenang.

cita-cita menjadi pemenang
Sumber: menatahidup.com

Untuk itulah, saya selalu berusaha memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas iman dan ibadah saya agar, cita-cita terbesar saya terkabulkan.

Amien.

Tinggalkan komentar