OTW: Palembang – Sintesa Bagian 1

Sintesa

Sebelumnya saya sudah bercerita tentang apa itu Sintesa, bagaimana saya bertemu Sintesa, dan hingga akhirnya saya jatuh cinta pada pandangan pertama, dan Sintesa menerima lamaran saya di seri artikel Sintesa: Cinta Pandangan Pertama yang terdiri dari 4 part, dan masing-masing part terdiri dari 500 kata lebih sedikit.

Jadi, kira-kira jumlah seluruh katanya adalah 500 kata lebih x 4  = 2000-an kata. Wow, banyak juga (bagi saya yang belum terbiasa menulis artikel).

Jadi, maksud saya menulis artikel ini adalah menceritakan bagaimana perjalanan saya dari Palembang ke Pesantren Sintesa, Magetan.

Barengan

Di pengumuman yang tertera di website Pesantren Sintesa, ada tiga orang calon santri yang diterima yang berasal dari Kota Palembang, Sumatera Selatan. Salah satunya adalah saya.

Jadi, pada malam harinya, saya menghubungi pihak penerimaan santri baru yang bertugas sebagai contact person dan nomornya dicantumkan di halaman pengumuman.

Sekaligus mengkonfirmasi, saya meminta nomor dua orang lainnya yang lulus seleksi penerimaan santri baru Pesantren Sintesa.

Setelah panitia mengirimi sms berisikan nomor hp dua calon santri tersebut, saya menghubungi mereka dengan maksud untuk berangkat bersama-sama.

Tapi sayangnya, setelah dihubungi, mereka berdua tidak jadi berangkat.

Yang satu karena tidak diizinkan orang tua, karena dia akan wisuda beberapa hari lagi, dan orang tuanya belum bisa membiarkan anaknya pergi jauh, apalagi sampai ke luar pulau.

Sedangkan yang satunya lagi, katanya nanti dia minta izin dulu dengan orang tuanya, tapi ditunggu tunggu rupanya tidak ada kabar darinya, dan tidak ada kejelasan.

Akhirnya saya jadi malas menghubunginya.

Akhirnya, setelah memesan tiket di traveloka untuk tanggal keberangkatan 8 Agustus, pukul 4 sore, saya memutuskan untuk berangkat sendiri saja.

Saya juga sudah memesan tiket beberapa hari sebelumnya sehingga tidak terburu-buru dan harganya juga masih murah. Sekitar 600-an ribu rupiah.

Persiapan

Sesuai yang tertera di website Sintesa, khususnya di halaman persiapan calon santri baru, di sana sudah dijelaskan dan dirincikan apa-apa saja yang perlu saya siapkan untuk berangkat ke Pesantren Sintesa, Magetan.

Saya juga sudah menyiapkan semuanya sejak beberapa hari sebelum keberangkatan agar tidak ada yang lupa.

Mulai dari pakaian sholat, pakaian sehari-hari, perlengkapan belajar seperti buku, pena, laptop, dan berbagai kebutuhan lain yang tercantum maupun tidak.

Semuanya sudah saya masukkan ke dalam koper bekas ibu saya umroh kemarin.

(Mengenai umroh ini, sebenarnya bukan bayar sendiri, tapi Alhamdulillah sebelum bulan Ramadhan kemarin, ibu saya diberangkatkan umroh oleh salah seorang paman saya).

Keberangkatan

Malam hari tanggal 7 Agustus, saya menelpon pihak panitia penerimaan santri baru Pesantren Sintesa untuk menyampaikan bahwa besok sore saya akan berangkat naik pesawat dan tiba malamnya di Magetan.

Pada tanggal 8, sesuai jadwal dan persiapan saya beberapa hari terakhir, bahwa hari ini adalah hari keberangkatan saya meninggalkan Kota Palembang dan terbang ke Pulau Jawa.

Dari pagi, saya bersantai, karena saya sudah mempersiapkan semuanya baik keberangkatan maupun persiapan.

Siang, setelah Dzuhur, saya pergi ke mantan kampus saya untuk bersilaturahmi dengan teman-teman sekaligus berpamitan. Sudah cukup lama juga saya tidak ke kampus, sehingga banyak yang diobrolkan, sampai-sampai saya lupa bahwa sekarang sudah pukul 2.30 siang. Sesegera mungkin, saya pamit pulang.

Sampa di rumah, saya baru ingat, bahwa hp saya dibawa adik saya sekolah (sebenarnya itu hp dia, tapi saya pinjam untuk dibawa ke Pesantren Sintesa).

Jadi, saya tancap gas ke sekolahnya untuk mengambil hp. Sampai rumah, ternyata sudah pukul 3. Sedangkan saya belum makan siang. Saya masih santai saja, karena keberangkatan pesawatnya pukul 4.00 berarti saya masih punya 1 jam. Walaupun agak terburu-buru juga.

Bersambng ke OTW: Palembang – Sintesa (Part 2)

Tinggalkan komentar