Pulau Kemaro Palembang dan Kisahnya yang Melegenda

Semenjak banyak wisatawan yang sering mengabadikan momen wisatanya dan mengunggah ke instagram. Pulao Kemaro dikenal banyak orang  bahkan hingga ke mancanegara. Selama ini banyak orang yang hanya mengetahui Jembatan Ampera atau sekedar Masjid Agung saja tempat wisata terkenal di kota Palembang.

Hal yang membuat tempat ini menjadi menarik yaitu adanya mitos dan legenda yang cukup terkenal datang dari pulau ini. Seperti apa Pulau yang banyak dikunjungi wisatawan asing dan juga lokal. Simak informasinya dalam artikel berikut ini.

Pulau Kemaro Palembang

Pulau Kemaro terletak di sebuah Delta kecil di Sungai Musi, jaraknya sekitar 6 KM jika ditempuh dari Jembatan Ampera. Pulau ini terletak di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan juga Pertamina Plaju dan Sungai Gerong. Sedangkan Pulau Kemaro sendiri terletak sekitar 40 KM dari kota Palembang. Pulau ini memang terkenal sebagai salah satu tempat wisata menarik di Sungai Musi.

Nama Pulau Kemaro memang diambil dari kata Kemaro atau dalam bahasa Indonesia berarti Kemarau. Letaknya sendiri juga menjadi tanda tanya, karena bisa ada sebuah pulau yang ada di tengah Sungai. Padahal seperti yang diketahui, Sungai Musi tidak pernah tenggelam ataupun mengalami hal seperti layaknya gempa yang bisa membagi daratan menjadi dua atau lebih.

Untuk menuju ke pulau ini memang tidak terlalu sulit, jika anda sudah berada di kota Palembang, anda tinggal menuju ke Pelataran Jembatan Ampera di depan Benteng Kuto Besak atau BKB yang tepat berada di tepian Sungai Musi. Anda tinggal berjalan di seputaran sungai, yang nantinya akan banyak tawaran menggunakan jasa sewa perahu menuju ke pulau tersebut. Jenis perahu sendiri bisa anda pilih sesuai kebutuhan, apakah ukuran sedang atau ukuran kecil dengan menggunakan speedboat. Jika anda pergi bersama rombongan lebih dari 10 orang, maka menyewa perahu tongkang merupakan pilihan tepat.

Asal Usul dan Legenda Pulau Kemaro

Anda akan tahu telah sampai di Pulau Kemaro ketika menginjakan kaki di pulau ini dan melihat sebuah pintu gerbang besar yang memiliki ornamen khas China. selain itu anda bisa menemukan sebuah batu prasasti yang bercerita tentang asal-usul Pulau Kemaro. Meskipun asal-usulnya bukanlah penjelasan mengenai terbentuk awalnya pulau secara teori, prasasti tersebut menceritakan sebuah legenda yang dianggap menjadi awal terbentunya Pulau Kemaro.

Legenda Pulau Kemaro sendiri memang populer, dimana seorang Pangeran asal negeri China bernama Tan Bun An datang ke kota Palembang untuk berdagang, namun ia justru jatuh hati para putri Raja Palembang yang bernama Siti Fatimah. Merekapun menjalin kasih untuk bisa menaiki indahnya pelaminan. Legenda ini bermula ketika sebelum menikah, mereka mendapatkan hadiah guci emas dari kerajaan China yang memang dikunjungi oleh Siti Fatimah dan Tan Bun An.

Tetapi, untuk menghindari perompak maka ditutupilah guci tersebut menggunakan Sawi. Namun Siti Fatimah salah sangka dan merasa bahwa hadiah tersebut hanyalah sawi, enam buah guci emaspun dibuangnya kedalam sungai musi. Sayangnya guci terakhir pecah di kapal dan menampilkan pecahan emas yang berasal dari guci. Tanpa pikir panjang Tan Bun An dan seorang pengawal terjun kedalam Sungai Musi untuk mencari guci tersebut, tetapi raja dan pengawalnya itu tidak pernah muncul. Akhirnya Siti Fatimahpun ikut terjun dan menyusul Tan Bun An, sebelum terjun putri raja ini berpesan jika mereka menemukan gundukan tanah maka itu adalah makam yang dibuat untuk mereka.

Anehnya beberapa hari setelah peristiwa tersebut munculah tumpukan tanah di tepian sungai yang semakin lama semakin membesar dan jadilah sebuah pulau. Menurut kesaksian masyarakat Sungai Musi, Pulau Kemaro tidak pernah kebanjiran meskipun Sungai Musi sedang meluap. Karena itulah Pulau ini dinamakan Pulau Kemaro yang artinya Kemarau.

Wisata Pulau Kemaro

Setelah mendengar legenda Pulau Kemaro, dibangunlah sebuah Vihara untuk memberikan penghormatan kepada raja China dan juga Siti Fatimah yang sekarang menjadi bangunan paling megah di Pulau tersebut. klenteng ini terdiri dari Pagoda yang terdiri dari 9 lantai dan dibangun di tengah pulau. Bangunan ini cenderung baru yang didirikan tahun 2006.

Ditempat ini juga terdapat Pohon Cinta, dimana pohon ini melambangkan Cinta Sejati antara dua bangsa dan dua budaya yang berbeda antara pangeran Tan Bun An dan juga Siti Fatimah. Meskipun tidak tahu bagaimana kisah awalnya, konon jika ada pasangan yang mengukir namanya disini maka mereka akan sampai ke jenjang pernikahan. Namun sekarang ini pohon cinta sudah dipagari dan dianggap sebagai pelestarian sejarah.

Dimana pohon ini memang sudah hidup bertahun-tahun, masyarakat sendiri menganggap bahwa pohon cinta yang selama ini digadangkan hanyalah sebuah mitos yang mungkin secara kebetulan bagi pasangan yang berkunjung. Namun legenda dan juga cerita, serta peninggalan yang ada di Pulau Kemaro dianggap sebagai peninggalan sebuah legenda dan juga cerita yang secara tidak langsung menjadi identitas budaya tersebut.

Tinggalkan komentar