Sintesa: Cinta Pandangan Pertama Bagian 3

Sintesa

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Sintesa: Cinta Pandangan Pertama (Part 2).

Langsung saja saya lanjutkan ceritanya.

Sayembara

Karena sisa uang yang saya punya hanya 2 juta, akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan niat mondok lagi.

Dengan sisa uang tersebut, akhirnya saya terpikir untuk membangun situs online, dan menghasilkan uang dari internet dengan Google Adsense dan berbagai sumber penghasilan online lainnya.

Karena saya merasa tidak sanggup kalau harus mengerjakannya sendiri, apalagi dalam menulis artikelnya, akhirnya saya membuat sayembara di sebuah grup para blogger di facebook.

Begini isi sayembara tersebut:

Permisi, saya mau nawarin kerjasama.

Saya mau membangun website/blog. Saya mencari 3-7 orang teman-teman sebagai penulisnya. Sedangkan saya sendiri berperan dalam pembiayaan, optimasi seo, desain grafis, manajemen dan editor.

Menjadi seorang single fighter itu sangatlah sulit, makanya saya ingin membangun tim agar semuanya menjadi lebih mudah. Dengan kejujuran dan kepercayaan, saya yakin kita bisa.

Saya berdomisili di Palembang, tapi welcome untuk seluruh Indonesia. Kalau agan berminat, silahkan PM saya. Terima kasih.

Tanpa disangka-sangka, ternyata ada puluhan komentar dan DM yang menyatakan untuk berminat bergabung bersama saya.

Akhirnya, saya putuskan untuk melakukan seleksi. Sederhana saja, saya melihat history Facebook, meminta alamat blog, dan meminta konsistensi.

Kira-kira sampai 2 hari setelah saya mengumumkan tawaran di salah satu Grup Facebook tersebut, saya melakukan seleksi untuk memastikan bahwa saya mendapatkan teman-teman yang benar-benar istiqomah untuk bersama-sama membangun sebuah usaha.

Cinta Pandangan Pertama

Ketika sedang melihat-lihat halaman profil Facebook salah satu calon anggota tim yang akan saya bentuk, saya melihat sebuah konten yang dia share bertuliskan:

Pendaftaran Pesantren Bisnis Online, GRATIS

Tiba-tiba saya terkejut dan berhenti. Ini… mastahil. Rasanya, seperti melihat takdir.  Melihat jalan yang dibentangkan oleh Allah swt.

Beberapa detik terdiam, saya langsung melakukan selebrasi. Intinya, saya harus daftar!

Entah perasaan apa yang saya rasakan, sehingga saya langsung meng-klik dan mengunjungi halaman facebook dan websitenya.

Betapa terkejutnya, ketika saya melihat tampilan website yang elegan.

Betapa terkejutnya lagi, ketika saya membaca program-programnya yang luar biasa.

Lebih terkejut lagi, ternyata besok, tanggal 31 Juli, pendaftaran ditutup. Jadi, malam ini adalah malam terakhir untuk mendaftar!

Saya membaca semua halaman di website tersebut, dan membaca formulir pendaftaran dengan tidak melewatkan satu kalimatpun.

Saking besarnya harapan saya untuk belajar disana, sebelum mengisi formulir pendaftaran, saya mendirikan shalat tahajjud dan shalat hajat lalu berdoa agar Allah swt. mengizinkan saya untuk belajar di pesantren bisnis online GRATIS tersebut.

Kemudian, saya mengisi formulir selengkap-lengkapnya. Tapi, ketika membaca persyaratan, ada satu poin yang menyatakan bahwa pendaftar harus izin orang tua.

Akhirnya, karena orang tua sedang tidur, saya menunggu sampai menjelang shubuh dan kedua orang tua bangun dengan keadaan semua kolom dan syarat di formulir sudah saya penuhi. Tinggal klik Submit.

Dan sekitar pukul 4 AM, orang tua saya bangun. Saya langsung menceritakan, dan menjelaskan serta meminta izin dan doa. Setelah mereka paham dan mengizinkan, akhirnya saya klik Submit.

Tak berhenti sampai disitu, setiap shalat saya selalu berdoa agar Allah swt mengizinkan saya belajar di pesantren sintesa. Bukan hanya diterima, tapi belajar.

Hari-hari menjadi terasa lambat karena menunggu hasil pengumuman apakah saya diterima atau tidak. Padahal sebenarnya cuma 3 hari, tapi terasa seperti 3 minggu.

Bersambung ke Sintesa: Cinta Pandangan Pertama (Part 4)

Tinggalkan komentar