Tempat Wisata Jembatan Ampera yang Bersejarah, Mari Ketahui

Siapa yang tidak tahu Jembatan Ampera? Bentunya yang megah dengan warna merah yang menghiasi kemegahan Jembatan ini telah menjadi ikon dan lambang yang paling dibanggakan oleh kota Palembang. Jembatan Ampera merupakan tempat wisata utama masyarakat Palembang maupun mereka yang berkunjung ke kota Palembang. Selain menjadi kebanggaan masyarakat Palembang, Jembatan ini juga berfungsi sangat banyak dan berperan penting dalam mendukung kegiatan masyarakat disana.

Sejarah Jembatan Ampera

Adanya kesulitan untuk menyebrang dari Ulu ke Ilir merupakan alasan utama kenapa adanya Jembatan Ampera. Rencana pembangunan jembatan memang sudah ada sejak tahun 1906, dan saat itu Palembang masih dijabat oleh pemerintah dari Belanda, namun hingga Indonesia merdeka jembatan itu tidak pernah terealisasi. Ampera akhirnya didirikan dengan modal yang hanya sekitar 30 juta rupiah saja dengan syarat yang diberikan oleh Soekarno, yakni adanya boulevard dan juga taman terbuka di kedua ujung jembatan.

Penandatangan pembangunan jembatan dilakukan pada tanggal 14 Desember tahun 1961, namun pembangunan baru berlangsung ketika bulan April tahun 1962.  Setelah semua disetujui maka jadilah jembatan Ampera yang awalnya diberi nama Jembatan Bung Karno. Sayangnya ketika tahun 1966, muncul gerakan anti Soekarno yang semakin hari justru semakin kuat, sehingga masyarakat mengganti nama jembatan menjadi Ampera yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat. Nama Ampera sendiri lebih terkenal dan menjadi nama resmi jembatan hingga saat ini.

Struktur Jembatan Ampera

Jembatan Ampera memiliki panjang sekitar 1.117 meter dengan bagian tengah sebesar 71.90 meter, sedangkan untuk lebar jembatan keseluruhan yakni sekitar 22 meter. Jika dilihat untuk sebuah Jembatan yang didirikan di masanya, Ampera merupakan lambang kota Palembang dan Indonesia yang dibanggakan, karena termasuk Jembatan termegah di Asia Tenggara pada tahun pertama berdiri.

Tinggi menara jembatan Ampera yakni 63 meter dari permukaan tanah, sedangkan tinggi jembatan yakni 11.5 meter dari permukaan air. Jarak antar menara mencapai 75 meter dan berat jembatan mencapai 944 ton, karena jarak dan ketinggian inilah ketika kapal lewat jembatan harus diangkat.

Keistimewaan Jembatan Ampera

Dulunya jembatan ini memiliki bandul pemberat di kedua sisi, gunanya agar jembatan Ampera bisa dinaikan dan diturunkan ketika kapal berukuran besar tetap bisa melalui Sungai Musi tanpa menabrak bangunan jembatan. Dengan ukuran kapal sebesar maksimal lebar 60 meter dan tinggi maksimum 44.50 meter, jembatan Ampera bisa diangkat dan membelah menjadi dua. Jembatan ini memerlukan waktu 30 menit untuk bisa terangkat ke atas dengan sempurna dan membiarkan kapal lewat tanpa tersangkut badan jembatan.

Tetapi, semakin lama lalu lintas air dan perdagangan melalui pelabuhan tidak seramai ketika jaman dahulu.  Sayangnya kegiatan unik ini dihentikan pada tahun 1970, dengan alasan karena memakan waktu 30 menit menyebabkan Ampera yang juga digunakan untuk lalu lintas antar dua daerah harus mengalami gangguan dan tentunya kemacetan yang lumayan panjang.

Apalagi pada tahun tersebut mobil dan juga kendaraan darat sudah marak digunakan, dan lalu lintas darat lebih sibuk dibandingkan pelabuhan dan perdagangan melalui sungai. Tahun 1990, bandul pemberat pun diturunkan dan dilepaskan dari Jembatan karena khawatir akan membahayakan masyarakat yang lewat di jembatan tersebut.

Fakta Unik Lainnya

Masyarakat mungkin jarang mengetahui bahwa jembatan Ampera merupakan jembatan yang dibiayai oleh dana hasil rampasan perang Jepang. Dengan kata lain, sebenarnya pembangunan jembatan mulai dari biaya, kontraktor bahkan hingga pekerja sekalipun berasal dari Jepang. Sebagian masyarakat memang menyatakan rasa tidak setujunya, namun Presiden Soekarno tetap menjalankan rencanannya untuk membangun jembatan menggunakan hasil rampasan.

Selain itu, jembatan Ampera juga sudah berganti warna sebanyak tiga kali sampai akhirnya memiliki warna seperti sekarang. Warna yang digunakan pertama kali adalah abu-abu di tahun 1965, kemudian berubah menjadi warna kuning pada tahun 1992 dan di tahun 2002 warna merah menghiasi jembatan ini. Karena sudah merasa cocok dengan kemegahan jembatan Ampera, maka warna merah tidak pernah tergantikan oleh warna lainnya.

Tinggalkan komentar